JAKARTA – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah (PW GP Al Washliyah) Provinsi DKI Jakarta memberikan apresiasi yang tinggi kepada Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, yang menghadirkan karya inspiratif melalui lagu berjudul “Teruslah Melangkah”. Lagu tersebut dinilai bukan sekadar karya seni, tetapi juga menjadi media penyampai pesan moral, semangat optimisme, serta motivasi bagi seluruh masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia.
Ketua PW GP Al Washliyah Provinsi DKI Jakarta, Dedi Siregar, mengatakan bahwa pesan yang disampaikan Mayjen TNI Krido Pramono melalui lagu tersebut mampu menembus batas geografis.
Dari Kalimantan, semangat itu kini menggema hingga Jakarta dan menjadi energi positif bagi anak-anak muda untuk terus berkarya, berjuang, dan tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Pesan dari Kalimantan hari ini terdengar hingga Jakarta. Melalui lagu Teruslah Melangkah, Mayjen TNI Krido Pramono menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak hanya hadir melalui kebijakan dan pengabdian di lapangan, tetapi juga mampu menginspirasi masyarakat melalui karya seni yang penuh makna,” ujar Dedi Siregar.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh budaya digital yang sering kali menghadirkan konten negatif, hadirnya lagu yang membawa pesan optimisme merupakan sesuatu yang patut diapresiasi. Lagu tersebut mengajak masyarakat untuk tetap memiliki harapan, terus bekerja keras, dan tidak kehilangan semangat dalam mewujudkan cita-cita.
Dedi menilai bahwa sosok Mayjen TNI Krido Pramono telah memperlihatkan bahwa kepemimpinan modern juga dapat diwujudkan melalui pendekatan yang humanis dan menyentuh hati masyarakat. Seni musik menjadi bahasa universal yang mampu menyampaikan nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan semangat pantang menyerah kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Kami melihat lagu ini bukan sekadar hiburan. Ini adalah pesan moral yang kuat agar generasi muda Indonesia terus bergerak maju, berani bermimpi, bekerja keras, dan tidak mudah menyerah meskipun menghadapi berbagai rintangan. Semangat seperti inilah yang dibutuhkan bangsa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Lebih lanjut, Dedi Siregar mengapresiasi pesan Mayjen TNI Krido Pramono yang tidak hanya mengajak masyarakat untuk terus melangkah, tetapi juga mengingatkan pentingnya membangun kepedulian sosial melalui budaya berbagi. Menurutnya, berbagi tidak selalu diukur dari nilai materi, melainkan juga dapat diwujudkan melalui doa, perhatian, ilmu pengetahuan, motivasi, dan dukungan kepada sesama.
“Nilai kemanusiaan yang disampaikan dalam lagu tersebut sangat relevan dengan ajaran Islam dan semangat Gerakan Pemuda Al Washliyah. Kepedulian terhadap sesama merupakan fondasi dalam membangun bangsa yang kuat. Ketika masyarakat saling menguatkan, saling mendoakan, dan saling membantu, maka Indonesia akan semakin kokoh menghadapi berbagai tantangan,” jelasnya.
PW GP Al Washliyah DKI Jakarta berharap semakin banyak tokoh bangsa yang menggunakan pendekatan kreatif dalam menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat. Menurut Dedi, karya seni memiliki kekuatan besar dalam membangun karakter bangsa karena dapat diterima oleh semua kalangan, terutama generasi muda.
“Kami mengajak seluruh pemuda Indonesia agar menjadikan lagu Teruslah Melangkah sebagai pengingat bahwa perjalanan menuju kesuksesan membutuhkan keberanian, kesabaran, kerja keras, dan keteguhan hati. Jangan pernah menyerah oleh keadaan. Teruslah berkarya, teruslah memberi manfaat, dan teruslah melangkah untuk Indonesia yang lebih maju,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Dedi Siregar menyampaikan bahwa pesan inspiratif yang lahir dari Kalimantan melalui karya Mayjen TNI Krido Pramono telah menjadi energi positif yang kini menggema hingga Jakarta dan diharapkan dapat menjangkau seluruh penjuru Nusantara.
“Semoga semangat yang disampaikan melalui lagu Teruslah Melangkah menjadi inspirasi bagi seluruh generasi muda Indonesia untuk terus mencintai bangsa, menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, dan mengisi kemerdekaan dengan karya-karya terbaik demi masa depan Indonesia,” tutup Dedi Siregar.

























