Sorotan Tajam dari Masyarakat dan Ormas Antikorupsi, Plt Kadisdikbud Aceh Timur Dituding Rusak Stabilitas Pendidikan

BHAYANGKARA NASIONAL

Jumat, 1 Agustus 2025 - 16:01

50134 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur – Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Aceh Timur mendesak Bupati Aceh Timur untuk mengevaluasi secara serius kinerja Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Bustami. Ketua LAKI Aceh Timur, Saiful Anwar, menilai kepemimpinan Bustami tidak mencerminkan profesionalitas pejabat publik dan justru menimbulkan persoalan baru di tubuh institusi pendidikan daerah.

“Pejabat seperti ini tidak bisa dibiarkan. Dunia pendidikan tidak hanya soal administrasi, tapi soal keteladanan dan kemampuan manajerial yang sehat. Kalau yang ditonjolkan justru sikap otoriter, bagaimana mungkin bawahan bisa bekerja dengan maksimal?” kata Saiful Anwar kepada wartawan, Rabu, 31 Juli 2025.

Menurut LAKI, keberadaan Bustami sebagai Plt Kadisdikbud telah menuai banyak kritik, tidak hanya dari internal dinas, tetapi juga dari masyarakat dan media. Sorotan publik terhadap gaya kepemimpinan yang dinilai diktator bukan tanpa dasar. Meskipun bantahan telah disampaikan oleh Bustami, Saiful menilai sanggahan itu tak cukup membendung penilaian negatif yang telanjur mengemuka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

LAKI juga menyoroti stagnasi bahkan kemunduran yang terjadi di lingkungan Disdikbud Aceh Timur selama kepemimpinan Bustami. Tidak hanya dalam aspek pelayanan publik, tetapi juga dalam eksekusi program yang menyentuh langsung kebutuhan pendidikan dasar. “Alih-alih menunjukkan terobosan, kinerja beliau justru menciptakan kekacauan. Stabilitas yang sebelumnya sudah mulai terbentuk malah goyah,” kata Saiful.

Selain persoalan kepemimpinan, LAKI menyoroti penggunaan anggaran yang dinilai tidak efisien. Sorotan tertuju pada pengadaan mobiler untuk siswa dan mebel ruang guru dengan anggaran mendekati Rp5 miliar. Tak hanya itu, pengadaan buku literasi dari APBD yang dinilai tumpang tindih dengan alokasi rutin Dana BOS di sekolah juga menjadi catatan. “Kami akan terus mengawasi. Jangan sampai anggaran pendidikan yang besar ini disalurkan tanpa arah dan pengawasan,” ujar Saiful.

Desakan kepada Bupati Aceh Timur untuk segera melakukan evaluasi bukan hanya sekadar retorika. LAKI menyebut hal ini menyangkut masa depan generasi dan wajah pendidikan daerah. Jika pemimpin di sektor pendidikan justru menjadi sumber kegaduhan, kata Saiful, maka tidak ada pilihan selain mencopot dan mengganti dengan figur yang lebih visioner dan akuntabel.

M. Alimin/TIM

Berita Terkait

Dugaan Penggelapan Mobil di Aceh Timur, Nama Adira Finance Dicatut Debt Collector Ilegal

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 16:51

Gerak Cepat Resmob Polres Simalungun, Pelaku Curat di Sinaksak Diringkus Kurang dari Sepekan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:21

Operasi Senyap Polsek Bosar Maligas: Tangkap Pengedar Narkotika dengan 19 Paket Ganja Siap Edar

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:51

Skandal Besar di Organisasi Pers: Dugaan Penyalahgunaan Sabu dan Pemalsuan Tanda Tangan, Siapa yang Akan Menjawab?

Minggu, 26 Oktober 2025 - 23:54

Kuasa Hukum Sebut Kasus Rahmadi Sarat Rekayasa, Minta PN Tanjungbalai Bebaskan dari Dakwaan

Rabu, 27 Agustus 2025 - 03:39

Tim Gabungan Polres Gayo Lues Tangkap Herman, Pelaku Penganiayaan yang Mengakibatkan Korban Tewas di Subulussalam

Jumat, 1 Agustus 2025 - 16:24

Pengakuan Mengejutkan Farida Mike: Sertifikat Hotel Grand Mahkota Digadaikan, Harta Tak Pernah Dibagi

Minggu, 20 Juli 2025 - 18:12

Dari Lamongan untuk Indonesia: Potret Buram Penegakan Hukum di Tengah Jeritan Warga

Sabtu, 19 Juli 2025 - 18:45

Solar Subsidi Diolah di Gudang Ilegal, Negara Rugi, Warga Terancam Bahaya

Berita Terbaru