MEDAN, 1 Mei 2026 —
Gedung MITSU Medan langsung ramai macam pasar pagi waktu nama Justin Shanley Alonso dipanggil naik podium.
Anak muda umur baru 12 tahun ini berhasil bawa pulang medali perunggu di ajang Medan Wushu Taolu Festival 2026. Orang bilang, kecil-kecil cabe rawit — diam-diam kasi kaget semua.

Turun di kategori Junior B Putera 12–14 tahun, Justin tampil kalem, muka tenang, tapi jurus keluar semua. Kuda-kuda steady, tangan kaki jalan halus macam air mengalir. Penonton sampai angguk-angguk bilang, “Ini anak latihan bukan main serius punya.”
Saingan datang dari seluruh Sumatera Utara, tapi Justin tetap cuek, fokus saja sama gerakan sendiri. Waktu hasil diumumkan dan namanya masuk juara tiga, tepuk tangan langsung pecah.
Medali perunggu itu resmi diserahkan Ketua Wushu Medan Harianto bersama Ketua Panitia Charles Sutanto.
Di bawah podium, suasana langsung hangat. Sang ayah, Suwarno, peluk Justin kuat-kuat. Tapi gaya bapak tetap khas: bangga boleh, besar kepala jangan.
“Menang boleh senang, tapi jangan sombong,” kata Suwarno sambil senyum. “Saya cuma ajar dia satu — masuk gelanggang kasi habis tenaga. Juara itu rezeki Tuhan. Hari ini perunggu, besok siapa tahu emas.”
Menurut Suwarno, anak dilatih bukan cuma kuat badan, tapi juga kuat hati. Disiplin nomor satu, hasil belakangan. Filosofi sederhana tapi dalam — macam pepatah orang tua dulu: pelan-pelan jalan, tapi pasti sampai.
Sementara itu, ibunda Justin, Lisa, sudah tahan air mata dari tadi. Sebagai mama, dia paling tahu perjuangan anaknya. Pulang sekolah capek, tugas banyak, tapi kalau sudah jadwal latihan wushu, Justin tetap jalan.
“Ini anak ah, tak pernah ngeluh. Kalah dia diam belajar lagi, menang dia langsung bersyukur,” ujar Lisa haru. Ia berpesan anaknya selalu jaga kesehatan, jaga sikap, dan jangan lupa hormat orang tua serta pelatih.
Ajang Medan Wushu Taolu Festival 2026 kali ini benar-benar menunjukkan bibit atlet muda Sumatera Utara mulai bermunculan. Nama Justin Shanley Alonso sekarang sudah mulai disebut-sebut — calon atlet masa depan, kata banyak pelatih.
Justin pulang bukan cuma bawa perunggu. Dia bawa nama baik keluarga, sekolah, dan Kota Medan. Orang Hokkien bilang: menang jangan tinggi hati, kalah jangan patah semangat.
Target berikut? Sudah pasti emas. Tapi bagi Justin, yang paling penting tetap satu — latihan keras, hati tetap rendah, rezeki pasti ikut datang. (red)

























