Yusuf Pekebun dan Nelayan Sungai Sekayam Sekaligus

BHAYANGKARA NASIONAL

Rabu, 23 Juli 2025 - 20:52

50152 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sangau |Untuk usia Yusuf masuk ke dalam golongan lanjut usia (di atas enam puluh tahun). Bila di Jakarta ia berhak mendapatkan kartu Transjakarta yang tidak usah lagi perlu top-up bila saldo habis.

Tapi, Yusuf lelaki yang separoh Dayak separoh lagi Melayu tidak bisa menerima kartu Transjakarta. Karena ia adalah penduduk Sungai Sadong,Desa Pengadang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Usai sholat Ashar pada Rabu (23/7) sore Pekebun sawit ini bersiap untuk membersihkan jaring untuk menangkap ikan di Sungai Sekayam dengan memasang jaring di tengah sungai dengan pelampung sebagai tanda bahwa ada yang sedang memasang jaring ikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Besok pagi baru saya cek adakah ikan yang masuk ke dalam jaring. Kalau mujur maka masuklah sekilo sampai tiga kilo ikan,” jelas Yusuf.

Ikan tengadak banyak di sungai Sekayam.Penduduk yang berada di pinggiran Sungai Sekayam umumnya gemar dengan ikan air tawar ini. Bila ingin merasakan ikan laut, maka mereka bisa membeli di Pasar Balaikarangan, pusat “kecamatan” nomor dua setelah Kecamatan Kembayang di Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat.

Ikan Tengadak (Datnioides microlepis) adalah spesies ikan air tawar yang berasal dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Berikut beberapa fakta tentang ikan Tengadak:

Ciri-ciri

– Ikan Tengadak memiliki tubuh yang pipih dan berwarna perak dengan garis-garis vertikal hitam.
– Mereka dapat tumbuh hingga panjang sekitar 30-40 cm.

Habitat

– Ikan Tengadak hidup di perairan tawar, seperti sungai, danau, dan rawa.
– Mereka lebih suka hidup di perairan yang tenang dan memiliki vegetasi yang lebat.

Makanan

– Ikan Tengadak adalah omnivor, yang berarti mereka memakan berbagai jenis makanan, termasuk plankton, serangga, dan ikan kecil.

Nilai Ekonomi

– Ikan Tengadak memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi karena mereka dapat dikonsumsi sebagai sumber protein.
– Mereka juga populer sebagai ikan hias karena warna dan bentuk tubuhnya yang menarik.

Konservasi

– Ikan Tengadak terdaftar sebagai spesies yang tidak terancam punah, namun habitat mereka dapat terancam oleh perubahan lingkungan dan polusi.

Ikan Tengadak merupakan spesies yang unik dan menarik, baik dari segi biologis maupun ekonomi.

Berita Terkait

Ketua PWMOI Pekanbaru Aprianto Mengukutuk Tindakan Brutal terhadap Jurnalis di Siak, Desak Kepolisian Tangkap Pelakunya
Perkuat Komitmen Berantas Narkotika, Kalapas Binjai Hadiri Puncak Peringatan HANI 2026 Secara Daring
VIRAL! Dugaan Mobilisasi Kepala Sekolah untuk Wisata Purna Bakti Kepala Dinas Dikbud Ogan Ilir Tuai Sorotan Publik
Kabid Propam Polda Sumut Diminta Awasi Penanganan Laporan Dugaan Penipuan dan Fitnah Yang Sudah 7 Bulan Mangkrak
Adilkah ini Pak Kapolri : Korban Nangkap Maling 3 Bulan Tersangka, Penjara dan DPO, Mamak Maling Terlapor Dugaan Penipuan dan Fitnah Sudah 7 Bulan Masi Berkeliaran ?
Kapolres Simalungun Dampingi Kunjungan Kerja Wamenkes RI, Tinjau Langsung Skrining TBC Terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis di Parapat
118 Hektare Mangrove di Pasir Limau Kapas Rusak, Kapolda Riau Tangkap 2 Pelaku Pakai Excavator
Kapolda Riau, Bupati Rohil dan Kejaksaan Sidak Lokasi Perusakan Mangrove di Rokan Hilir

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:27

Ketua PWMOI Pekanbaru Aprianto Mengukutuk Tindakan Brutal terhadap Jurnalis di Siak, Desak Kepolisian Tangkap Pelakunya

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:55

VIRAL! Dugaan Mobilisasi Kepala Sekolah untuk Wisata Purna Bakti Kepala Dinas Dikbud Ogan Ilir Tuai Sorotan Publik

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:52

Kabid Propam Polda Sumut Diminta Awasi Penanganan Laporan Dugaan Penipuan dan Fitnah Yang Sudah 7 Bulan Mangkrak

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:49

Adilkah ini Pak Kapolri : Korban Nangkap Maling 3 Bulan Tersangka, Penjara dan DPO, Mamak Maling Terlapor Dugaan Penipuan dan Fitnah Sudah 7 Bulan Masi Berkeliaran ?

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:59

Kapolres Simalungun Dampingi Kunjungan Kerja Wamenkes RI, Tinjau Langsung Skrining TBC Terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis di Parapat

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:55

118 Hektare Mangrove di Pasir Limau Kapas Rusak, Kapolda Riau Tangkap 2 Pelaku Pakai Excavator

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:34

Kapolda Riau, Bupati Rohil dan Kejaksaan Sidak Lokasi Perusakan Mangrove di Rokan Hilir

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:22

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mapolda Riau Meriah, Hiburan, Stand Up Comedy hingga Doorprize Warnai Acara

Berita Terbaru