Korban RSUD Cabangbungin Laporkan Dugaan Malpraktik dan Pelecehan Seksual ke MDTK Kementerian Kesehatan

BHAYANGKARA NASIONAL

Kamis, 17 Juli 2025 - 11:58

50157 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Sejumlah pasien dan keluarga korban Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kembali melangkah maju untuk mencari keadilan. Kali ini, mereka secara resmi melaporkan berbagai dugaan pelanggaran serius, mulai dari malpraktik hingga pelecehan seksual, kepada Majelis Disiplin Tenaga Kesehatan (MDTK) di bawah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Langkah tersebut difasilitasi oleh kuasa hukum para korban, Muhamad Andrean. Ia menyatakan bahwa pekan ini pihaknya mendampingi korban dalam proses pelaporan sekaligus penyerahan sejumlah bukti yang menunjukkan dugaan pelanggaran etik dan hukum oleh oknum tenaga kesehatan di RSUD Cabangbungin.

“Hari ini para korban telah menyampaikan laporan resmi kepada MDTK. Laporan ini mencakup dugaan malpraktik medis dan juga dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum di RSUD Cabangbungin,” ujar Andrean saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (17/7/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Andrean memaparkan bahwa kondisi para korban semakin memprihatinkan. Salah satunya adalah Bayu Fadilah, pasien yang awalnya didiagnosis mengidap demam berdarah dengue (DBD), namun kemudian mengalami kebutaan permanen setelah bola matanya dicabut saat dalam perawatan. “Kasus Bayu adalah bentuk nyata kegagalan penanganan medis yang berakibat sangat fatal. Dia kehilangan penglihatannya secara permanen,” ungkap Andrean.

Kasus lain menimpa pasien bernama Dewi Pertiwi, yang menurut keluarga, menjalani tindakan operasi tanpa sepengetahuan pihak keluarga. Usai tindakan medis tersebut, Dewi dalam kondisi sangat lemah dan tidak berdaya. Sementara korban lainnya, inisial SM, hingga kini masih mengalami trauma berat akibat dugaan pelecehan seksual oleh oknum di rumah sakit yang sama.

“Para korban ini sangat membutuhkan keadilan. Tidak hanya dari sisi medis, tapi juga perlindungan hukum dan pemulihan psikologis,” tegas Andrean.

Lebih jauh Andrean mengingatkan bahwa dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, tanggung jawab hukum tidak hanya dibebankan kepada individu tenaga medis, tetapi juga kepada seluruh sistem dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlibat di rumah sakit.

“Pasal 446 UU Kesehatan secara tegas menyebutkan adanya sanksi pidana bagi tenaga medis atau kesehatan yang melakukan kelalaian hingga menyebabkan luka berat atau kematian. Termasuk juga hukuman untuk pelanggaran etik dan penggunaan identitas palsu sebagai tenaga medis,” paparnya.

Tak hanya itu, undang-undang tersebut juga memperluas ruang pertanggungjawaban pidana kepada institusi atau korporasi kesehatan yang terbukti melakukan pelanggaran. “Ini penting untuk diingat, karena tanggung jawab institusional tidak boleh dikesampingkan,” tambahnya.

Andrean berharap agar MDTK sebagai lembaga independen yang berada di bawah Kementerian Kesehatan dapat menjalankan tugasnya dengan profesional dan tegas. Ia mengingatkan bahwa pembiaran terhadap pelanggaran serius di institusi kesehatan dapat menjadi preseden buruk dalam pelayanan medis di Indonesia. “Jika MDTK menemukan bahwa unsur-unsur dalam pasal 446 telah terpenuhi, jangan ragu untuk memproses hukum para pelaku. Ini penting untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap sistem layanan kesehatan kita,” ucapnya.

Sebagai informasi, MDTK merupakan lembaga independen yang memiliki tugas utama menegakkan disiplin dan etika profesi tenaga medis. Lembaga ini bekerja bersama Majelis Disiplin Profesi (MDP) yang bertugas memeriksa, mengadili, dan menjatuhkan sanksi terhadap tenaga medis yang melakukan pelanggaran etik dan disiplin.

MDTK dan MDP juga didukung oleh Kolegium Kesehatan, yang terdiri atas para ahli dari masing-masing bidang kedokteran dan kesehatan. Tujuannya adalah untuk menjamin standar kompetensi dan kualitas layanan medis di seluruh Indonesia. Dalam struktur tanggung jawabnya, MDTK dan MDP berada di bawah Kementerian Kesehatan dan berperan penting dalam menjaga integritas profesi tenaga kesehatan, serta memastikan keselamatan pasien dalam pelayanan medis. (*)

Berita Terkait

Fahd El Fouz A Rafiq : Pemberhentian Sekjend AMPI Tidak Sah dan Melanggaran Aturan Partai Golkar
GP Alwashliyah Dukung Sikap Tegas Kepala BP BUMN Dony Oskaria: Desak PT PP Jalankan Restrukturisasi Tanpa Mengorbankan Karyawan
Mayjen TNI Krido Pramono Gugah Semangat Anak Bangsa Lewat Lagu “Teruslah Melangkah”, PW GP Al Washliyah Beri Apresiasi Tinggi
Momentum Idul Fitri, PDBN, PGSI dan RSINU Gandeng Bank BTN, Gelar Khitan Massal Gratis Tahap Kedua
Optimalkan Sertipikasi Tanah Wakaf, Kanwil BPN Kepri, Kanwil Kemenag Kepri dan Kejati Kepri, Teken MoU
UGM Hilangkan Stigma Hipnoterapi Lewat Pendekatan Ilmiah dan Akademis
Polda Metro Jaya Vs Faisal Amsir, Ujian Nyata Nyali Polisi Tangkap Burnonan Pelecehan Perempuan
Ketua Umum JARNAS Anti TPPO Mendorong Adanya Revisi Sistem Regulasi UU Nomor 21 Tahun 2007 Tentang TPPO

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 16:51

Gerak Cepat Resmob Polres Simalungun, Pelaku Curat di Sinaksak Diringkus Kurang dari Sepekan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:21

Operasi Senyap Polsek Bosar Maligas: Tangkap Pengedar Narkotika dengan 19 Paket Ganja Siap Edar

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:51

Skandal Besar di Organisasi Pers: Dugaan Penyalahgunaan Sabu dan Pemalsuan Tanda Tangan, Siapa yang Akan Menjawab?

Minggu, 26 Oktober 2025 - 23:54

Kuasa Hukum Sebut Kasus Rahmadi Sarat Rekayasa, Minta PN Tanjungbalai Bebaskan dari Dakwaan

Rabu, 27 Agustus 2025 - 03:39

Tim Gabungan Polres Gayo Lues Tangkap Herman, Pelaku Penganiayaan yang Mengakibatkan Korban Tewas di Subulussalam

Jumat, 1 Agustus 2025 - 16:24

Pengakuan Mengejutkan Farida Mike: Sertifikat Hotel Grand Mahkota Digadaikan, Harta Tak Pernah Dibagi

Minggu, 20 Juli 2025 - 18:12

Dari Lamongan untuk Indonesia: Potret Buram Penegakan Hukum di Tengah Jeritan Warga

Sabtu, 19 Juli 2025 - 18:45

Solar Subsidi Diolah di Gudang Ilegal, Negara Rugi, Warga Terancam Bahaya

Berita Terbaru