Kuasa Hukum: Ada Indikasi Pemecah-Belah Keluarga, Pengelolaan Aset Almarhum Disorot Publik

BHAYANGKARA NASIONAL

Kamis, 7 Agustus 2025 - 09:39

50153 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMONGAN — Setelah tertahan selama lebih dari satu dekade, ahli waris H. Usman Dimyati akhirnya dapat menziarahi makam almarhum untuk pertama kalinya sejak wafatnya pada tahun 2014. Momen mengharukan ini berlangsung pada tahun 2025, setelah pembatas fisik dan konflik keluarga yang selama ini menghalangi, akhirnya terbuka dan terselesaikan sebagian.

Dalam suasana penuh haru, Rochadilah alias Lala, salah satu anak kandung almarhum, menyampaikan kesaksiannya dengan suara tersendat dan air mata yang tak terbendung. “Tahun 2025 ini kami baru bisa menziarahi alm. ayah setelah tidak ada pembatas yang sudah dibongkar seperti sekarang ini. Tahun 2014 kami dan keluarga tidak bisa datang dan tidak dapat kabar mengenai proses dari alm. ayah meninggal, tahlilan sampai kami ingin ziarah pun tidak bisa,” ungkapnya.

Ziarah dilakukan pada Rabu, 6 Agustus 2025, di kompleks pemakaman keluarga yang selama ini tidak bisa diakses oleh Lala dan adiknya, Muhammad Satria. Momen tersebut menjadi yang pertama setelah 11 tahun mereka terhalang berbagai persoalan internal yang tak kunjung selesai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut pengakuan Lala, selama bertahun-tahun ia dan adiknya tidak mendapat akses atau kejelasan terkait tempat peristirahatan terakhir sang ayah. Bahkan, pihak manajemen Hotel Grand Mahkota, tempat yang berkaitan erat dengan keluarga besar mereka, diduga ikut memperkeruh suasana.

“Bahkan pihak pengelola hotel Grand Mahkota, Pak Rusdi sebagai manajer, berucap kalau Lala tidak ada hak di sini. Sedangkan besar dan kecil saya dan adik besar di sini bersama alm. ayah. Banyak saksi, termasuk Pak Rusdi sendiri,” ujarnya sambil menangis.

Ziarah ke makam leluhur merupakan bagian dari tradisi dan layanan keagamaan yang dijunjung tinggi dalam budaya masyarakat Indonesia. Tradisi ini bukan sekadar kunjungan fisik, melainkan juga momentum spiritual untuk mengenang, mendoakan, dan mempererat hubungan batin antar generasi.

Dalam masyarakat Jawa, misalnya, ziarah makam biasanya dilakukan menjelang bulan Ramadhan, khususnya di bulan Ruwah. Tradisi ini melibatkan sejumlah ritual seperti membersihkan makam, menabur bunga, membaca doa, hingga melakukan tahlil bersama keluarga. Nilai-nilai spiritual, penghormatan kepada leluhur, dan pendidikan moral bagi generasi muda menjadi bagian penting dari prosesi ini.

Tak hanya bersifat religius, ziarah juga merekatkan hubungan keluarga dan memperkuat identitas budaya. Namun dalam kasus keluarga besar H. Usman Dimyati, konflik internal dan persoalan warisan sempat menciptakan jurang pemisah selama lebih dari 11 tahun.

Kuasa hukum keluarga, Hj. Siti Rusdahniar, SH, menegaskan pihaknya akan terus mendampingi para ahli waris dalam upaya memperoleh keadilan dan mengurai persoalan yang masih membelit. Ia menuding ada unsur kesengajaan dari pihak internal yang menyebabkan hubungan keluarga menjadi renggang dan akses terhadap hak-hak warisan terhambat.

“Saya akan terus melakukan pendampingan dalam perkara ini hingga dapat menetralisir keadaan. Ada indikasi pihak internal yang memecah belah keluarga ini, memicu ketidakharmonisan. Bahkan dalam pengelolaan Hotel Grand Mahkota, saya cek di data pajak, di PNM, dan manajemennya sangat kacau. Hutang sejak 2009 di Bank BRI tidak diselesaikan, tapi mereka justru sibuk menguasai objek dan mengabaikan hak-hak ahli waris,” ujar Siti.

Ia juga menyinggung sikap manajer hotel, Rusdi, yang dalam pernyataan terakhir menyatakan kesediaan memfasilitasi orang luar, namun mengabaikan kedudukan anak kandung almarhum sebagai ahli waris yang sah. “Hak ahli waris itu ada di anak-anak beliau. Kasihan alm. H. Usman, ini alasan yang penuh kiasan untuk menutupi banyak kebohongan,” tegasnya.

Kini setelah makam H. Usman Dimyati dapat diziarahi kembali, keluarga berharap momen ini menjadi awal dari rekonsiliasi dan pemulihan nilai-nilai keluarga yang sempat tergerus konflik berkepanjangan. Bagi Lala dan Satria, ziarah kali ini bukan sekadar datang ke pusara, melainkan bentuk keadilan dan pengakuan atas hak mereka sebagai anak almarhum. (RED)

Berita Terkait

Heboh! Pengawas Sebut Tindakan Sekdes Lae Mbersih Menyalahi Aturan, Lalu Apa Sanksinya?
Kasus Dugaan Kekerasan dan Penjarahan di Dompu, Ketua Komunitas Mahasiswa Bima Mendesak Aparat Bertindak Tegas
Kompak dan Solid, Kapolres Simalungun Bersama Kajari Dukung Komitmen Penanganan Perkara Pidana Tanpa Transaksional
Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang Terima Dua Piagam Penghargaan Langsung dari Kapolda Sumut
Kapolres Binjai Tinjau Program Kemandirian Warga Binaan, Dorong Kolaborasi Berkelanjutan dengan Lapas
Lapas Pekanbaru Intensif Lakukan Pengejaran Warga Binaan yang Melarikan Diri, Libatkan Tim Gabungan Lapas, Kanwil, dan Kepolisian
Andar Amin Harahap: Penyelesaian Masalah Agraria Harus Jadi Prioritas Nasional
Ribuan Banner Digital Hingga Karangan Bunga Warnai Kemeriahan Syukuran HUT ke 39 Pembina DPC GRIB Jaya Medan Ferdy Sanjaya Sembiring

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 16:51

Gerak Cepat Resmob Polres Simalungun, Pelaku Curat di Sinaksak Diringkus Kurang dari Sepekan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:21

Operasi Senyap Polsek Bosar Maligas: Tangkap Pengedar Narkotika dengan 19 Paket Ganja Siap Edar

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:51

Skandal Besar di Organisasi Pers: Dugaan Penyalahgunaan Sabu dan Pemalsuan Tanda Tangan, Siapa yang Akan Menjawab?

Minggu, 26 Oktober 2025 - 23:54

Kuasa Hukum Sebut Kasus Rahmadi Sarat Rekayasa, Minta PN Tanjungbalai Bebaskan dari Dakwaan

Rabu, 27 Agustus 2025 - 03:39

Tim Gabungan Polres Gayo Lues Tangkap Herman, Pelaku Penganiayaan yang Mengakibatkan Korban Tewas di Subulussalam

Jumat, 1 Agustus 2025 - 16:24

Pengakuan Mengejutkan Farida Mike: Sertifikat Hotel Grand Mahkota Digadaikan, Harta Tak Pernah Dibagi

Minggu, 20 Juli 2025 - 18:12

Dari Lamongan untuk Indonesia: Potret Buram Penegakan Hukum di Tengah Jeritan Warga

Sabtu, 19 Juli 2025 - 18:45

Solar Subsidi Diolah di Gudang Ilegal, Negara Rugi, Warga Terancam Bahaya

Berita Terbaru